Senin, 31 Juli 2017

Berpikir Seperti Seorang Petani

Image result for petani


Saya mencintai dunia pertanian. Saya berkebun, beternak dan menikmati keindahan dari dunia perkebunan, alam dan sistem kerja di dalamnya. Ayah saya petani, Ibu saya petani. Tetangga saya petani dan selamanya saya ingin menjadi seorang petani handal. Bukan tentang uang, bukan tentang kebahagiaan, tapi tentang filosopi dan keindahan di dalam bertani.

Salah satu kesulitan yang kita hadapi di era modern ini, kita telah lupa mengenai satu hal, yaitu prinsip dan hukum alam yang mengatur segalanya yang bisa kita temukan dalam bertani. Tidak seperti seorang petani yang memprioritaskan kegiatan dan aktifitasnya berdasarkan musim yang berlaku, kita semua banyak hidup dalam krisis dan ketidakmampuan dalam mengelola waktu sehari-hari.

Bagi seorang petani, musim bercocok tanam adalah musim yang paling sibuk dalam seluruh kegiatan bertaninya. Musim bercocok tanam adalah musim di mana ia harus mempersiapkan segala sumber daya yang ada. Mempersiapkan perlatan, bibit, pupuk, mengolah lahan, mengairi dan mempersiapkan segala hal sebaik mungkin. Semua harus dilakukan dengan baik sebelum tiba panen yang dinanti-nantikan.

Ada pelajaran berharga di sini. Menggunakan waktu sebaik-baiknya dengan cara memanfaatkan momen yang ada. Anda harus menentukan kapan untuk mempersiapkan bibit, menanamnya, merawat dan menjaganya, meskipun itu mengharuskan anda menghabiskan waktu bertahun-tahun.

Apa yang anda tanam, itulah yang anda tuai.
Bersabarlah dalam merawat dan menjaga bibit-bibit buah-buahan dan sayur-sayuran anda.
Kelak anda akan menikmatinya, seiring waktu panen tiba, kita akan bergembira dan bersukacita.

Apa yang akan anda tanam hari ini? Bersediakah anda bersabar untuk memelihara dan memupukinya? Apa yang anda tanam bisa apa saja, entah itu hanya membaca, berinvestasi, melamar pekerjaan baru, atau memulai sebuah bisnis. 
Bagaimana anda bersabar dalam menjalaninya memberikan perbedaan yang signifikan.


Salam,